6 Tempat Tinggal Yang Disukai Jin


jinJin adalah makhluk Allah yang diciptakan-Nya dari api. Selain itu, berdasarkan dalil dari al-Quran, jin terlebih dahulu mendiami bumi berbanding manusia.

Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27).

Abu Hidzaifah Ishaq bin Basyar mengatakan dalam kitab Al-Mabda’ bahawa Abdullah bin Amr bin al-Ash berkata, “Jin diciptakan dua ribu tahun sebelum penciptaan Adam.”

Di dalam artikel kali ini, saya akan kongsikan dengan anda tempat-tempat tinggal yang disukai jin.

1) Di tempat-tempat kotor seperti tandas dan juga tempat pembuangan sampah.

“Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya tandas-tandas itu dihuni oleh Jin. Oleh karena itu, apabila seseorang di antara kamu masuk ke dalam tandas , maka katakanlah: Allahumma inni audzubika minal khubutsi wal khabaits (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Perkataan ‘muhtadhirah’ di dalam hadis di atas membawa maksud dihadiri atau ditempati oleh golongan jin. Tetapi tandas-tandas dan tempat kotor didiami oleh golongan jin-jin yang kafir. Berbeza dengan golongan jin Islam, mereka ini tinggal di tempat yang bersih.

Oleh kerana itulah, disunatkan apabila seseorang Muslim hendak memasuki tandas bacalah doa “bismillahirrahmanirrahim allahumma inni audzubika minal khubutsi wal khabaits“, kerana apabila kita membaca doa tersebut, jin-jin kafir tidak akan dapat melihat aurat kita ketika berada di dalam tandas sekaligus dapat mengelakkan kita dari diganggu oleh mereka.

Perkara ini telah diberitahu oleh Baginda s.a.w di dalam sebuah hadis yang bermaksud:

“Dari Ali, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seseorang masuk ke dalam tandas kemudian berdoa: ” bismillahirrahmanirrahim “, maka mata jin akan tertutup dan tidak akan dapat melihat aurat keturunan Adam” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

2) Di tempat-tempat kosong seperti rumah yang ditinggalkan atau gurun dan padang pasir.

“Dari Ibnu Mas’ud ra berkata: “Suatu hari kami (para sahabat) berkumpul bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tiba-tiba kami kehilangan Baginda, lalu kami mencari di lembah-lembah dan kampung-kampung (akan tetapi kami tidak mendapatkannya). Kami lalu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah diculik”. Pada malam itu, tidur kami betul-betul tidak menyenangkan. Ketika pagi hari tiba, tampak Rasulullah Saw sedang bergegas menuju kami dari arah sebuah gua yang berada di tengah padang pasir. Kami lalu berkata: “Ya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, malam tadi kami betul-betul kehilangan Anda, lalu kami mencari ke sana kemari akan tetapi kami tidak menemukan anda. Lalu kami tidur dengan sangat tidak menyenangkan”. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda: “Malam tadi saya didatangi oleh utusan dari kelompok Jin, ia membawa saya pergi menemui kaumnya untuk mengajarkan al-Qur’an”. Ibnu Mas’ud kemudian berkata kembali: “Lalu kami diajak oleh Rasulullah untuk melihat bekas-bekas tempat  mereka memasang api (kelompok jin)”. Para jin itu kemudian bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenai makanan mereka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Makanan kalian itu (wahai golongan jin) adalah setiap tulang yang masih ada sisa-sisa dagingnya yang berada di tangan kalian dan ketika memakannya disebutkan nama Allah serta semua tahi (kotoran) binatang ternak kalian”. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian melanjutkan sabdanya: “Oleh karena itu, janganlah kalian (para sahabat) beristinja (membersihkan najis selepas membuang air kecil atau besar dengan menggunakan batu atau benda lainnya selain air) dengan keduanya (tulang dan kotoran binatang), karena keduanya itu adalah makanan sudara kalian (golongan jin)” (HR. Muslim).

3) Di dalam lubang-lubang.

“Dari Abdullah bin Sarjas, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kalian kencing di lubang”. Mereka bertanya kepada Qatadah: “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan kerana lubang itu adalah tempat tinggalnya golongan jin” (HR. Abu Dawud, Nasai dan Ahmad).

4) Di rumah-rumah.

Jin juga tinggal di atas bumbung-bumbung rumah. Tetapi bagi rumah-rumah orang-orang Islam, jin yang mendiami di atas bumbung rumah mereka terdiri dari kalangan jin-jin Islam. Dalilnya adalah hadis berikut:

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada satu rumah orang muslim pun kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila ia menghidangkan makanan pagi, mereka (jin) pun ikut makan pagi bersama mereka. Apabila makanan petang dihidangkan, mereka (jin) juga ikut makan petang bersama orang-orang muslim. Hanya saja, Allah menjaga dan menghalangi orang-orang muslim itu dari gangguan jin-jin tersebut” (HR. Abu Bakar sebagaimana ditulis oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari)

5) Di pasar-pasar.

Selain di rumah, Jin juga ada yang tinggal di pasar-pasar. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat di mana Salman al-Farisi pernah berwasiat kepada para sahabat yang lain:

“Kalau boleh, janganlah kalian menjadi orang yang pertama kali masuk ke pasar atau menjadi orang yang paling akhir keluar dari pasar, karena pasar itu merupakan tempat berseterunya para syaitan. Dan di pasarlah syaitan menancapkan benderanya” (HR. Muslim).

6) Di kandang unta

Di dalam sebuah hadis Nabi s.a.w yang bermaksud:

Ertinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian solat di kandang-kandang unta kerana di sana terdapat syaitan, solatlah di kandang kambing kerana dia itu membawa berkah” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

 

Sumber rujukan: Islam Pos

(Artikel ini telah ditulis oleh Ustaz Abdullah bin Idris. Jika berminat dengan artikel di atas, anda boleh mengikuti penulisan artikel terbaru beliau melalui facebook, google+ ataupun melalui emel. Jika anda ingin mendapatkan khidmat rawatan beliau, dapatkan maklumat lanjut di sini.)

 


Lindungi Diri Anda Dari Sihir Dengan 6 Kaedah Dijamin BERKESAN!

Kaedah yang wajib diketahui & diamalkan  oleh mangsa-mangsa sihir

Anda akan mempelajari:

( 1)  8 jenis wirid/zikir yang mampu menjauhkan jin-jin penyihir.

(2) 1 amalan yang kita abaikan tetapi mampu mendinding kita dari sihir.

(3) 3 teknik & gaya pemikiran yang mampu meningkatkan kekuatan diri
melawan sihir.

Percuma.

3

butang-download

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ada pandangan? Kongsikannya.